Senin, 03 Juni 2013

APAKAH TUHAN PUNYA LOGIKA?

Apakah Tuhan punya logika? Untuk menjawab pertanyaan ini, saya balik bertanya, apakah yang tidak mungkin Tuhan miliki? Kalau Anda termasuk orang beriman, tentu tidak akan membatasi kekuasaan Tuhan, dengan mengatakan Tuhan tidak punya logika. Tius kepala Anda ada otaknya tidak?

Hemat penulis, kata logika tidak ada bedanya dengan kata-kata lain yang suka disandingkan dengan Tuhan. Selama ini kita tidak pernah mempermasalahkan Tuhan disandingkan dengan kata lain, seperti hukum Tuhan, tangan Tuhan, suara Tuhan, bisikan Tuhan, sifat Tuhan, ketetapan Tuhan, dan sebagainya. Mengapa ketika logika disandingkan dengan Tuhan menjadi masalah?

Susunan kata logika Tuhan tidak ada bedanya dengan bunyi hadis Nabi Muhammad saw, “tangan Allah bersama jamaah”. (HR. At Tirmidzi). Kalau melihat bunyi hadis di atas, jangan bertanya, apakah Allah punya tangan? Jangan pula berprasangka kepada Nabi Muhammad saw hendak memanusiakan Allah. Berpikirlah, bukan arti harfiah yang dimaksudkan hadis di atas, walaupun Allah Maha Kuasa apa pun bisa Dia miliki.

Berpikir menurut Az-Zamahksyary adalah menggunakan dan memungsikan nalar (akal-otak) terhadap ayat-ayat Allah swt, untuk mengetahui hakikat, wujud, dan sifatnya. (An-Najjar:2002).  Maka dengan berpikir bisa juga kita temukan logika-logika-Nya.

Lalu pentingkah untuk kita berlogika? Berpikir (berlogika) adalah perintah Tuhan. Dasar logika adalah berpikir sebab akibat. Berlogika bukan milik siapa-siapa tapi milik semua orang sebagai anugerah Tuhan. Setiap manusia pasti dilengkapi dengan sofware yang bernama logika, dan terpasang dalam otak. Alangkah sayangnya jika sofware yang ada dalam otak ini tidak kita manfaatkan. Padahal dalam kitab suci Al-Qur’an Tuhan memerintahkan sampai 63 kali agar manusia menggunakan otaknya untuk berlogika (berpikir).

Dari mana kita bisa tahu ada logika Tuhan? Tentu dari kitab suci. Jika kitab suci kita anggap sebagai pedoman, maka salah satunya sebagai pedoman berpikir (berlogika). Untuk itulah logika-logika yang dikembangkan dari wahyu Tuhan, saya klaim sebagai logika Tuhan.

Murthada Muthahhari (2012:156) menjelaskan ada tiga logika dalam Al-Quran yang bisa dipahami. Logika Jabr mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu syarat bagi sesuatu. Jika Tuhan sudah menghendaki sesuatu, sesuatu itu pasti terjadi tanpa memerlukan sebab. Logika Tafwidh menjelaskan bahwa sebagian sesuatu adalah kehendak Tuhan, dan sebagian lainnya adalah bukan kehendak Tuhan. Logika Amrun Baina al-Amraini mengatakan bahwa segala sesuatu adalah atas kehendak Tuhan dan di dalam alam ini segala sesuatu memiliki syarat.

Murtadha Muthahari sendiri berpendapat, jika kita benar-benar mengenal logika Al-Qur’an (Tuhan), kita akan melihat bahwa kita mesti memiliki keyakinan, bahwa segala sesuatu adalah atas kehendak Allah, dan segala sesuatu mempunyai syarat tertentu, dan dengan syarat-syarat itulah ia terwujud, dan tanpa syarat-syarat itu mustahil ia dapat terwujud.

Di mana posisi logika Tuhan? Sepakat dengan pendapat Murthada Muthahari, segala sesuatu bisa terwujud karena kehendak Tuhan, dan keterwujudan sesuatu membutuhkan sebab-sebab. Sebab-sebab itu sendiri tidak berada diluar kehendak Tuhan. Kesimpulannya segala sesuatu terjadi memerlukan sebab, dan seluruh sebab yang ada dimuka bumi ini, itulah kehendak Tuhan.

Dalam logika Tuhan, keberadaan segala sesuatu penyebabnya adalah Tuhan, dan Tuhan tidak membutuhkan sebab. Semua perkara akan selesai jika sudah dikembalikan kepada Tuhan. Tidak ada istilah lingkaran setan, jika semua kembali pada Tuhan. Berpikirlah.

Salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @Logika_Tuhan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar